Durasi Baca: 8-9 Menit
"Jadilah Satu, Jadikanlah Sesuatu"

Selasar ini tampak begitu lega.
Malam ini tenang, hembus angin buat sejuk suasana.
Pena dan tanganku serasi memadu aksara.
Padanan berbangsa, prestise nusantara, berkecamuk di kepala.

Sembilan windu kemerdekaan telah berlalu.
Sebentar lagi bertambah satu tahun, terang ayahku.
Namun di mana dirimu, masih saja ada yang tak tahu.
Mendengar namanya pun, jujur baru kali itu.

Belakangan, harum namamu semakin ramai diperbincangkan.
Merah putih warna kebanggaan berdiri gagah di nomor satu.
Kabarnya tidak hanya satu, mulai banyak anak bangsa yang unjuk kebolehan.
Gerangan apa saja adakah kau tahu? Mari kuberi tahu prestasi bangsamu.

Lihat pemuda dalam foto ini, kawan?
Fauzan Noor, piawai dalam seni beladiri.
Juara dunia karate, putra bangsa asal Kalimantan.
Dan tentang betapa hebatnya dia tak perlu kau ragukan lagi.

Tim Sepak Bola Robot Ichiro, kau tahu tentang mereka?
Juara piala dunia dan tiga penghargaan lainnya tak tanggung disabet oleh mereka.
Begitulah keterangan pers media saat berhasil menemui mereka di Soekarno-Hatta.
Senyum merekah tersungging di bibir selepas pulang dari Kanada.

Purnama malam ini hampir sempurna, sangat indah.
Menatapnya aku tak bergeming.
Adalah Hasna seorang gadis belia peraih juara 3 lomba internasional tilawah.
Mendengar bacaannya, alam seketika hening.

Aku jamin, satu ini juga tak kalah membuatmu terpana.
Atas keberhasilan tiga mahasiswa pastikan juara kompetisi kewirausahaan.
Itikad kuat, jadikan Tiongkok sebagai saksi bisu kemenangan meskipun baru kali pertama.
Mahal betul ide mereka, soal Buah Naga dan konsep pemberdayaan yang menjanjikan.

Di dua tempat berbeda pada ajang kompetisi yang sama.
Dua institusi pendidikan ternama tanah air raih prestasi paduan suara.
Agria Swara IPB, Telkom University Choir, serta Unpad Choir bawa naik harkat negara.
Di hadapan dunia, harmoni suara mereka punya nilai estetika sempurna.

Dan hari ini, insan mana yang belum mengakui kehebatan Zohri?
Melesat cepat di Finlandia, ukir sejarah baru untuk Indonesia pusaka.
Siapa pula tak tahu Duo Ahsan-Hendra jadi jawara lagi?
Setelah di Malaysia, lawan tak diberi ampun juga saat Singapura Terbuka.

Berbanggalah kawan! Hebatnya bangsa kita lebih dari sekadar yang aku sebutkan.
Tapi jangan hingga kau berjalan dengan kepongahan.
Hei, kau tahu berapa banyak negeri yang binasa saat mereka berlebihan dalam berbangga diri?
Tetaplah bersyukur dan selalu rendah hati.

Menatap kemudian hari, panjang umur perjuangan kian mendekat di depan mata.
Jangan redamkan kobaran asa yang terlekat erat dalam dadamu.
Nyalakan lagi dan terus lagi, mari buat guratan nan elok semasa energi Asia.
Jadilah satu, jadikanlah sesuatu.

HIA, MAR.
Sudan, Jatinangor.
30 Juli 2018, 11.15 WIB.

-0-0-0-

Baca #ProsaSelasa sebelumnya: Melek Aksara.
Filosofi #ProsaSelasa: Jadilah Satu, Jadikanlah Sesuatu.
   Mereka yang tidak bersemangat memulai pekannya akan mengisi hari-harinya dengan ragam keluhan, aneka alasan, dan macam-macam penghambat harapan lainnya. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.
Semangat pagi! Karena ini Hari Selasa, berarti waktunya, #ProsaSelasa!
Selamat pagi penulis ucapkan dari ibukota negeri Dua Nil. Apa gerangan aktivitas kalian untuk hari ini? Jika belum ada, kunjungan kalian ke laman ini adalah suatu pilihan tepat. Dan jika kunjungan kalian ke laman ini adalah disela-sela padatnya agenda, semoga bacaan ini bisa sedikit jadi konsumsi ringan di waktu bekerja kalian. Hei kawan, tubuh perlu istirahat dan wawasan kita perlu asupan juga. Inspirasi bisa datang darimana saja.
‘Ala kulli haal, terimackasih atas kunjungannya.
So, Selasa pekan ini sajian #ProsaSelasa kita adalah mengenai perolehan prestasi Ibu Pertiwi di panggung internasional. Setelah viral kemarin kumandang Indonesia Raya menggema di Finlandia. Podium satu untuk pemuda Nusa Tenggara Barat, Zohri. #ProsaSelasa kali ini menggubah Zohri-Zohri lainnya. Pada bidang-bidang lain, tapi tetap sama membanggakan!
Tahukah kalian bangsa ini piawai di beraneka ragam bidang? Apa saja? 
Mmm, agaknya #ProsaSelasa sebelum ini belum banyak memberi perubahan bagi kita. Ternyata kita masih belum sepenuhnya ‘Melek Aksara’. Tapi it’s ok, selama kita tetap mau berusaha semangat membaca dan giat berkarya. 
Nah, mari kita mulai dari seorang pemuda asal Kalimantan, Fauzan Noor. Piawai dalam seni bela diri, Karate. Berhasil menjadi juara dunia di Praha. Kisahnya terjadi beberapa bulan sebelum Zohri mencuri perhatian khalayak ramai. Dengan keterbatasan dana yang dibawa Fauzan, kekuatan tekad dan semangat juangnya berbuah manis. Coba kalian tengok gambarnya di internet, jangan terkaget-kaget melihat lawan tandingnya di partai final.
Lalu jika berbicara tentang sepak bola. Siapa tak tahu kalau Perancis memang juara pertama dalam Piala Dunia 2018? Tapi dalam kejuaran sepak bola robot, Tim Sepak Bola Robot Ichiro karya para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah juaranya. Ya, mahasiswa-mahasiswa tulen Indonesia. Telah dicatat sejarah. Juara Piala Dunia Robot 2018 dan Kanada hari itu sebagai tuan rumahnya. Hebat bukan?
By the way, apakah di sini masih ada yang ingat prestasi yang pernah diperoleh semasa SMP? Mungkin bagi seorang Hasna Shafwatul Azizah, perolehan prestasinya ketika masih duduk di bangku SMP tak akan pernah terlupa. Spesial. Bagaimana tidak, gadis 13 tahun asal Sukabumi itu mendapatkan peringkat 3 lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Abu Dhabi. Nah jadi pesan moral untuk bait ini adalah...
“Apabila dibacakan kepada kalian Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapatkan rahmat” (QS. Al-A’raf(8):204)
Untuk setiap buah akal yang baik memang selalu akan menghasilkan cipta karya yang baik pula. Adalah tentang tiga mahasiswa asal salah satu universitas di Malang yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi kewirausahaan yang diselenggarakan di Tiongkok. Pemberdayaan yang menjanjikan dalam budidaya dan pengolahan hasil alam Buah Naga. Kali pertama ikut serta dan langsung menjadi sebuah awal yang gemilang. Harap dan cita untuk tumbuhnya perekonomian nusantara.
Di bidang seni musik, Agria Swara IPB, Telkom University Choir, dan yang terbaru Unpad Choir kian jadi sorotan Internasional juga. Swiss, Austria, Serta Bali berkesempatan menikmati alunan harmoni grup vokal dari ketiga tim paduan suara ini. 
Kira-kira kalau kita buat grup paduan suara juga gimana menurut kalian? Sahabat setia pembaca #ProsaSelasa ada yang punya suara sopran, alto, tenor, bariton atau bass? Hehehe.
Oke, last but not least. Zohri. Hari ini insan mana yang belum mengakui kehebatan dan kecepatannya saat di Finlandia. Pemuda Nusa Tenggara Barat yang sukses mencatatkan namanya dalam sejarah baru Tanah Pusaka Indonesia. Ada pula kisah juang Duo Ahsan-Hendra. Pasangan ganda pebulutangkis tanah air yang juga gemilang memberikan hasil terbaik dan paling baik saat kejuaraan badminton Singapura Terbuka 2018 kemarin. 
Sebenarnya, masih banyak lagi prestasi Indonesia lainnya. Tetapi melihat ke depan, paling dekat ini Indonesia akan dihadapkan dengan perhelatan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Mari sama-sama kita sokong penuh putra-putri terbaik bangsa yang berlaga di sana. Semoga sukses dan mendapatkan hasil terbaik!
Terima kasih untuk para jawara atas prestasi dan dedikasinya. Tak lupa juga untuk diri kita semua, kampiun di cerita kita masing-masing. Pastikan semangat berkarya dan jiwa optimis itu selalu tetap terjaga. Selamat menikmati, dan sampai jumpa di #ProsaSelasa selanjutnya ya! 
Salam!

Durasi Baca: 5-5 Menit
“Melek Aksara”

Sepanjang malam aku terjaga.
Menyusun sebuah sajak kecil dan sederhana.
Namun hingga mentari terbit di timur cakrawala.
Kalimat pembuka pun tak mampu aku  selesaikan seluruhnya.

Hingga aku pergi meniti hari.
Namun sama; tidak aku temukan juga di luar sana.
Di mana kata-kata mengumpat sembunyi.
Bukankah seharusnya bersama penyair dan mahakaryanya.

Ada apa kini, kebiasaan baca mulai berjarak.
Cerita dongeng mulai jauh dari anak-anak.
Kitab suci banyak jadi pajangan di rak rumah.
Kutipan di dalamnya sekarang hanya sebatas cinderamata mewah.

Adakah kita tahu perihal tingkat literasi bangsa ini mengkhawatirkan?
Dibilangnya pada angka enam puluh dari enam satu dalam rentetan.
Belum lagi, soal minimnya produksi buku yang tak kalah memiriskan.
Tengok saja bangsa sebelah, jangan tercengang jika bedanya dibandingkan.

Kenapa seakan dibiarkan saja? Tanya mereka selalu begitu.
Sedangkan perkara literasi sudah dicerdaskan pemerintah bahkan semenjak sebelum subuh.
Sayangnya belum usai kebijakan satu, datang lagi penguasa yang baru.
Akankah kita terus mengeluh dan saling menuduh?

Aku khawatir, banyak lembar telah kubaca, namun sedikit hikmah dan nilai di dalamnya.
Apa ini salahku? Yang dengan bacaan bermutu tak terbiasa.
Atau memang telah habis masa? Negeri ini telah kehabisan ide tema untuk karya-karya terbaiknya.
Oh sungguh, betapa nelangsanya.

Berapa jumlah kebijakan pemerintah yang belum selesai dijalani sudah kita kritisi.
Bukan agar lebih baik, melainkan protes hendak segera diganti.
Ayolah, sampai kapan ikhtiar kita akan tidak sejalan?
Pemerintah berusaha menyediakan yang terbaik, sedang dari warganya sendiri tak kunjung ada perubahan.

Mulailah membaca, agar kelak hadir dan lahir para cendekia.
Mulailah menulis, agar sejarah abadikan selamanya.
Mulailah bersyair, agar semakin kuat senandung semangat dalam jiwa.
Mulailah, karena sekarang inilah waktunya.

HIA, MAR.
Sudan, Jakarta.
16 Juli 2018.

-0-0-0-

Baca #ProsaSelasa sebelumnya: 5 #ProsaSelasa Paling Banyak Dibaca
Filosofi #ProsaSelasa: Melek Aksara.
AH! Sudah lama tidak. Akhirnya setelah sekian banyak purnama terlewati, dengan senang hati saya mengumumkan, #ProsaSelasa kembali rilis lagi. Semoga tidak kaku dalam penulisan dan bisa kembali istiqomah di pekan-pekan selanjutnya. Aamiin.
Selasa kali ini, kami mengangkat suatu hal –entah ini fenomena atau bukan– yang berkaitan dengan literasi. Jika teman-teman mencari di mesin penulusuran apa itu literasi, maka akan didapati bahwa literasi adalah kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis.
Benarkah, dewasa ini kebiasaan membaca mulai luntur?
Menurut hasil penelitian The World’s Most Literate Nation yang dilakukan oleh Central Connecticut State University (2016), menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara sebagai negara dengan tingkat literasi atau minat baca rendah. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ditambah data dari International Standard Book Number (ISBN) pada tahun yang sama, Indonesia tercatat minim soal produksi buku dengan hanya memproduksi 64 ribu buku per tahun. Berbanding jauh dengan Tiongkok yang memproduksi 440 ribu buku per tahun.
Kemudian, kita dengan entengnya bertanya, “Kenapa seakan dibiarkan saja?” alias parafrase lain dari pertanyaan, “Pemerintah kemana aja selama ini? Kemdikbud ngapain sih kerjanya?”. Padahal jika kita mau aktif mencari informasi, hal itu mudah saja karena akses yang sudah terbilang mudah. Soal gerakan mengirim buku gratis, pengembangan perpustakaan sekolah maupun daerah, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusianya. Sudah coba tengok?
Belum ingin selesai di situ, kita menambahkan bumbu lagi, “Lagian sih, ganti menteri ganti kebijakan lagi”. Tidak ingin berpanjang lebar dalam perkara ini, baris terakhir pada bait tersebut menutupnya dengan, “Akankah kita terus mengeluh dan saling menuduh?”.
Lantas, benarkah dewasa ini kebiasaan membaca mulai luntur? Jawaban menurut kami, tidak sepenuhnya iya, namun tidak sepenuhnya tidak juga. Pemerintah tidak sepenuhnya salah, kita sebagai masyarakat pun tidak sepenuhnya benar menyoal ini.
Hal penting yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini adalah mawas diri. Ya, mawas diri ini menjadi penting karena asasnya yang bukan saling tuduh, saling menyalahkan, dan saling merasa segala. Tetapi orientasinya ke evaluasi dan muhasabah, apakah sudah optimal dalam menjalankan program, apakah sudah optimal dalam mendukung kesuksesan program? Ayolah, sampai kapan ikhtiar kita akan tidak sejalan? Kecuali, kalau memang jalan di tempat adalah hal yang paling kita inginkan.
Terakhir, seperti biasa kami ingin mengajak teman-teman semua untuk ambil bagian dalam mendukung dan memajukan literasi bangsa Indonesia. Mulailah membaca, setidaknya dimulai dari hal yang kita sukai untuk kemudian beranjak membaca hal yang tidak hanya disukai lagi. Mulailah menulis, berkarya dan menjadi bagian penting dari abadinya sejarah. Mulailah bersyair dan mulailah hal itu semua dari sekarang. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?

Nah, sekian filosofi #ProsaSelasa kali ini. Kalau dari teman-teman apakah ada tambahan atau bahkan sudut pandang berbeda? Boleh banget tulis komentarnya di bawah ya!


nb: Bagi yang tertarik ingin berkolaborasi juga di #ProsaSelasa ini, boleh banget email ke prosaselasa(at)gmail(dot)com dengan subject Nama – Mau Kolaborasi. Yuk berkolaborasi! 

(Logo by: Icon Pond)

Bukanlah syair menggoda yang apik tuk dikaryakan.
Bukanlah sebatas kata yang romantis tuk jadi rayuan. Bukan.
Biarkan kata ini merembah mesra dari pikiran.
Juga palung hati yang berkedalaman.
Pada akhirnya, meresap indah pada yang mendapatkan.

Iklim di Indonesia memasuki musim hujan terhitung semenjak bulan September 2016. Cuaca menjadi sedemikian tidak menentu dalam waktu sekejap. Mulanya panas menyengat, beberapa waktu kemudian hujan mengguyur. Mungkin bukan saya saja yang merasakan, tetapi sahabat pembaca sekalian mungkin juga merasakan yang sama. Ciye perasaan yang sama (?)


2016 memang sudah sebulan berlalu, namun rasanya seperti masih ada bekas yang tertinggal. Entah itu berupa cerita, pengalaman, hingga pelajaran berharga. Ketiganya tentu berbeda, tetapi tiap-tiap mereka memiliki tempat tersendiri sehingga laik dikenang.
Mungkin tak semua orang, tetapi bagi saya pribadi, setidaknya di setiap tahun ketiga hal di atas pasti menyertai hidup kita. Terlepas dari baik atau buruknya, namun saya yakin tahun tersebut tetap memiliki sesuatu hal yang bisa dipelajari suatu hari nanti.
Saya sendiri bingung. Selama Januari kemarin, saya mencoba memikirkan, merenungkan, serta mengilas balik hal apa saja yang berhasil saya dapatkan di tahun 2016 lalu. Mencoba melihat-lihat album foto di ponsel pribadi. Alhasil, banyak sekali peristiwa yang sudah saya lewati selama setahun ke belakang.
Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tentang hal-hal apa saja yang sudah saya lewati dan saya dapatkan. Saya merangkumnya menjadi 7 peristiwa penting (Bukan, ini bukan acara on the spot kok hahaha). Apa saja? Mari simak ulasan berikut ini.
1.   Diminta Bantuan Menjadi Master of Ceremonies (MC).
Semenjak SMA, saya terinspirasi dengan beberapa motivator dan trainer untuk bisa menjadi seperti mereka. Tidak hanya pandai berkata-kata, tapi juga bisa menebar inspirasi dan kebermanfaatan. Hebat sekali, bukan?
Akhirnya, di dunia perkuliahan saya mencoba mencari jalan untuk bisa seperti mereka. Datanglah sebuah tawaran untuk menjadi MC. Tanpa berpikir panjang, saya terima. Kesempatan bagus untuk berlatih speak up di depan orang banyak. Ya, meski pada hakikatnya berbeda dengan motivator dan trainer. Saya ambil nilai positifnya, di sana sarana saya belajar.
Alhamdulillah, kiranya selama 2016 lalu saya dipercaya menjadi MC kurang lebih dalam 8 acara yang berbeda. Harapannya, ke depannya saya bisa terus belajar untuk mengembangkan kemampuan public speaking saya.

2.   Menulis dan Berkiprah di Berbagai Perlombaan.
Saya tidak tahu pasti apakah menulis passion saya atau bukan. Terlepas dari hal itu, saya merasa nyaman ketika menulis. Karena lewat menulis, hal yang tak bisa terungkapkan begitu saja, bisa dengan begitu mudahnya mengalir dalam bentuk narasi.
Begitu pun dalam hal berbicara. Jika menulis adalah mereka yang pandai menuliskan kata-kata, maka berbicara adalah mereka yang pandai berkata-kata. Keduanya, dipersatukan dalam konteks yang bernama ‘seni’.
Pada tahun 2016 pula, syukur sekali bisa mendapatkan 3 apresiasi dari 3 lomba yang berbeda. Menjadi Juara 1 Cipta Puisi FH Unpad yang bertemakan kepahlawanan, masuk 20 besar puisi terbaik yang diadakan oleh Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), dan Juara 2 Lomba Pidato se-Unpad Raya hehehe.

3.   Bertemu dengan Penulis Hebat.
Saat ini, semakin banyak penulis muda bertalenta muncul ke permukaan. Bisa dibilang, kini menulis buku tidak hanya untuk orang tua saja, namun para generasi muda pun mampu.
Pidi Baiq dan Adhitya Mulya. Dua penulis hebat dengan karakteristiknya masing-masing. Bertemu dengan Pidi Baiq atau yang kerap dipanggil Ayah, pada bulan Juni 2016 di Bedah Buku Dilan. Baru 5 bulan setelah itu dipertemukan dengan penulis Novel Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya.

4.   Berkarya di Pers Mahasiswa.
Sudah setahun lebih saya bergabung dengan Persma Genera Fakultas Pertanian Unpad. Satu hal yang saya rasakan adalah kemampuan menulis saya menjadi lebih terasah dibanding sebelumnya.
Pada November 2016, saya menjadi delegasi pers ini untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) di Universitas Sriwijaya Indralaya. Di sana saya bertemu orang-orang hebat dan calon penulis hebat. Banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari untuk kemudian dimodifikasi.
Terakhir, akhir-akhir ini saya diamanahkan sebagai Kepala Website Persma tersebut. Alasannya, karena saya punya blog pribadi jadi sudah punya gambaran sedikit mengenai website. Padahal mah, blog pribadi saja masih acak-acakan seperti ini hahaha.

5.   Mengabdi Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian.
Sama halnya dengan persma, di badan eksekutif ini saya sudah menjadi bagian mereka selama satu tahun. Sekarang, sudah memasuki kepengurusan yang baru.
Setahun kemarin, saya mendapat banyak pelajaran yang amat berharga tentang manajemen waktu, open minded, hakikat profesionalitas dan kekeluargaan, dan pengambilan keputusan. Tak hanya itu, saya pun mendapatkan prestasi dan relasi di sana.
So, buat sahabat pembaca sekalian jangan ragu untuk berkontribusi dalam suatu organisasi karena pasti ada pelajaran yang bisa dipetik dari sana.

6.   Hakikat Kuliah di Agribisnis.
Berakhirnya tahun 2016 sekaligus mengakhiri suka duka kuliah di semester 3 agribisnis. Semester ini memiliki kenangan tersendiri karena kami diajak untuk menanam langsung sayuran (pak choi, nai bai, dan mentimun), merawatnya, proses pasca panen, hingga akhirnya produk tersebut bisa dijual kepada masyarakat sekitar. Alhamdulillah, hasilnya lumayan buat tambah uang jajan bulanan anak kosan hehehe.

7.   Gen Sindo dan Peluang Lainnya.
Poin terakhir ini mungkin yang paling berkesan di antara yang lain. Saya diberi kesempatan bergabung dengan komunitas penulis muda Koran Sindo. Di mana tulisannya akan dimuat setiap hari Sabtu di Koran Sindo. Saya sendiri sudah berhasil dimuat 5 tulisan. Semoga masih punya banyak kesempatan ya hehe.
Tujuan saya sederhana, harapannya dengan menulis melalui media nasional ini bisa dibaca oleh banyak orang dan pembaca bisa memetik manfaat yang ada.
Selain itu, banyak juga yang saya dapat dengan bergabung Gen Sindo. Saya mendapatkan teman baru, ilmu baru, dan terpenting adalah membuka peluang-peluang baru untuk bisa belajar di luar kelas.
Kalau sahabat pembaca penasaran, tulisan-tulisannya bisa dibaca di google drive saya, baca di sini.

Demikian kilas balik tahun 2016 saya. Kalau di tahun lalu saya menulis tahun 2016 harus lebih baik daripada tahun 2015 (Bisa dibaca di sini). Maka saya menilai, banyak pencapaian yang saya raih di tahun 2016. Tetapi saya sadar, saya tidak boleh cepat puas dengan apa yang telah didapat.
Kalau 2015 lalu adalah tahun perjuangan, maka tahun 2016 kemarin saya artikan sebagai tahun kebermanfaatan. Di mana saya digiring untuk bisa lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi bagi orang lain. Semoga tahun 2017 ini semakin banyak memberi arti bagi hidup kita semua. Aamiin.
  
Kiri Atas-Kanan Bawah: Menjadi MC di Acara Career Development, BEM Fakultas Pertanian,
Bersama Adhitya Mulya, Delegasi Genera, Bergabung Gen Sindo, Menjadi MC di Acara Scientific Fair,
Bersama Sayuran Pra-Panen, Bersama Ayah Pidi Baiq, dan Juara 2 Pidato Indonesia.

Durasi Baca: 4-5 Menit

Menentukan penginapan ketika liburan ke Bali adalah hal yang sangat krusial. Sebaiknya jauh-jauh hari telah Anda lakukan, karena Bali selalu ramai dengan pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Disarankan Anda memesan hotel di website online travel agent terpercaya seperti Traveloka. Hal ini berguna untuk mempermudah akses mendapatkan penginapan sesuai keinginan dan kebutuhan wisata Anda.
Jika Anda merindukan penginapan yang menghadap langsung ke arah pantai dengan pemandangan eksotik, kelas eksekutif dan jaminan harga terbaik, Grand Inna Kuta bisa menjadi rekomendasi utama. Selain tempatnya yang bagus, lokasinya pun strategis dan dekat dengan objek wisata di sekitarnya.

Beberapa obyek wisata populer yang bisa Anda kunjungi antara lain:

Kuta Beach
Siapa yang tak tahu tentang pantai ini? Namanya sudah terkenal sejak dulu. Sampai-sampai banyak para seniman yang terinspirasi membuat lagu dari Pantai Kuta ini. Konon, semenjak tahun 1970, Pantai ini menjadi andalan di Pulau Bali. Terkenal dengan matahari terbenamnya menjadikan Pantai ini semakin diminati.
Sunset Beach: Wikipedia.org
Pantai Kuta ini juga menjadi pantai bersejarah karena menjadi pelabuhan dagang pada masa terdahulu. Seiring perkembangan jaman, Hugh Mahbett menulis sebuah buku yang berisi ajakan untuk menjadikan Pantai Kuta sebagai objek wisata. Dan menjelmalah Pantai Kuta seperti sekarang ini.
Bagi Anda yang suka surfing, ombak di Pantai ini cocok dijadikan untuk berselancar. Pantai yang dikenal dengan keindahannya ini akan memanjakan mata Anda dan beristirahat sejenak dari penatnya rutinitas kerja. Deburan ombak dan angin Pantai yang tenang juga menambah suasana liburan Anda semakin istimewa.
Soal makanan? Tak perlu khawatir, sepanjang Pantai berjejer menu makanan dari mulai resto hingga kaki lima. Anda akan menikmati Pantai dengan perut yang kenyang, apalagi sering kali tersedia minuman segar khas Pantai seperti kelapa muda, Travelling Goals banget kan ya?
Mengenai lokasinya, sangat strategis, terletak tidak jauh dari Grand Inna Kuta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jaraknya hanya 0.13 km saja dari Grand Inna Kuta. Hanya sepandangan mata. Menarik ya?

Kuta Art Market
Di sekitar Grand Inna Kuta terdapat Kuta Art Market. Tempat ini menjual berbagai suvenir dan kerajinan tangan khas Bali lainnya. Hal ini tentu cocok untuk dijadikan buah tangan. Disarankan jika Anda hendak menawar, berbicaralah dengan cara yang halus dan sopan. Biasanya para penjaga toko akan lebih respect pada karakter konsumen yang sopan. Dan ini merupakan trik tersendiri untuk mendapatkan harga yang lebih murah alias diskonan dengan sedikit usaha.
Kuta Art Market atau lebih dikenal dengan Pasar Seni Bali menyediakan pula barang-barang antik, kerajinan tangan bahkan produk import branded lainnya. Bagi Anda yang suka shopping, pasar ini merupakan surga tersendiri.
Lokasinya yang dekat dengan penginapan dapat membantu Anda untuk berjaga-jaga jika ada oleh-oleh atau titipan yang belum terbeli. Lokasinya hanya berjarak 0.19km dari Grand Inna Kuta.

Kuta Theater
Sebuah pertunjukan ilusi yang pertama dan satu-satunya di dunia. Kisah tentang legenda Bali yang memberi kesan menarik, unik, lucu serta sarat akan pesan moral. Sedikit clue tentang cerita ini, mengenai sebuah persahabatan tulus yang dipersembahkan oleh Ni Ulantari pada Gusti Atmaja. Isinya tentang pesan moral bahwa hanya orang yang benar-benar tulus yang akan merasakan kebahagiaan sejati.
Tarian Legong Dalam Pertunjukan Kuta Theater : loloroundtrip.blogspot.co.id
Theater ini cocok sekali bagi Anda penyuka seni, terutama seni drama. Dengan hanya membayar Rp85.000,- Anda akan terhibur oleh pertunjukan berkelas setara David Copperfield. Tempat ini adalah salah satu objek wisata yang harus Anda kunjungi. Jika tidak, siap-siap gigit jari ya! Pertunjukannya sendiri dibuka setiap hari (kecuali hari Rabu). Dan untuk waktu tepatnya adalah pukul 17.00 & 20.00.
Lokasinya sendiri terletak di lantai 2 Gedung Kuta Centre yang hanya berjarak sekitar 0.46 km dari Grand Inna Kuta. Strategis sekali bukan lokasi hotel ini? Dikelilingi oleh objek wisata menarik tentu merupakan nilai plus tersendiri. Harganya pun tak kalah menarik karena sebanding dengan kualitas dan fasilitas yang diberikan. Hanya dengan berjalan kaki berkeliling, Anda sudah bisa menemukan banyak objek wisata eksotik. So, pastinya liburan ke Bali akan sangat berkesan ketika Anda memutuskan untuk bermalam di hotel ini.

Nah, agar liburan Anda sukses menciptakan kebahagiaan, berikut ini ada sedikitnya 7 tips berlibur di Bali. Apa saja? Langsung aja, check it out!


Have fun and enjoy the joy of life! Semoga liburan Anda menyenangkan :)