Durasi Baca: 5-5 Menit
“Melek Aksara”

Sepanjang malam aku terjaga.
Menyusun sebuah sajak kecil dan sederhana.
Namun hingga mentari terbit di timur cakrawala.
Kalimat pembuka pun tak mampu aku  selesaikan seluruhnya.

Hingga aku pergi meniti hari.
Namun sama; tidak aku temukan juga di luar sana.
Di mana kata-kata mengumpat sembunyi.
Bukankah seharusnya bersama penyair dan mahakaryanya.

Ada apa kini, kebiasaan baca mulai berjarak.
Cerita dongeng mulai jauh dari anak-anak.
Kitab suci banyak jadi pajangan di rak rumah.
Kutipan di dalamnya sekarang hanya sebatas cinderamata mewah.

Adakah kita tahu perihal tingkat literasi bangsa ini mengkhawatirkan?
Dibilangnya pada angka enam puluh dari enam satu dalam rentetan.
Belum lagi, soal minimnya produksi buku yang tak kalah memiriskan.
Tengok saja bangsa sebelah, jangan tercengang jika bedanya dibandingkan.

Kenapa seakan dibiarkan saja? Tanya mereka selalu begitu.
Sedangkan perkara literasi sudah dicerdaskan pemerintah bahkan semenjak sebelum subuh.
Sayangnya belum usai kebijakan satu, datang lagi penguasa yang baru.
Akankah kita terus mengeluh dan saling menuduh?

Aku khawatir, banyak lembar telah kubaca, namun sedikit hikmah dan nilai di dalamnya.
Apa ini salahku? Yang dengan bacaan bermutu tak terbiasa.
Atau memang telah habis masa? Negeri ini telah kehabisan ide tema untuk karya-karya terbaiknya.
Oh sungguh, betapa nelangsanya.

Berapa jumlah kebijakan pemerintah yang belum selesai dijalani sudah kita kritisi.
Bukan agar lebih baik, melainkan protes hendak segera diganti.
Ayolah, sampai kapan ikhtiar kita akan tidak sejalan?
Pemerintah berusaha menyediakan yang terbaik, sedang dari warganya sendiri tak kunjung ada perubahan.

Mulailah membaca, agar kelak hadir dan lahir para cendekia.
Mulailah menulis, agar sejarah abadikan selamanya.
Mulailah bersyair, agar semakin kuat senandung semangat dalam jiwa.
Mulailah, karena sekarang inilah waktunya.

HIA, MAR.
Sudan, Jakarta.
16 Juli 2018.

-0-0-0-

Baca #ProsaSelasa sebelumnya: 5 #ProsaSelasa Paling Banyak Dibaca
Filosofi #ProsaSelasa: Melek Aksara.
AH! Sudah lama tidak. Akhirnya setelah sekian banyak purnama terlewati, dengan senang hati saya mengumumkan, #ProsaSelasa kembali rilis lagi. Semoga tidak kaku dalam penulisan dan bisa kembali istiqomah di pekan-pekan selanjutnya. Aamiin.
Selasa kali ini, kami mengangkat suatu hal –entah ini fenomena atau bukan– yang berkaitan dengan literasi. Jika teman-teman mencari di mesin penulusuran apa itu literasi, maka akan didapati bahwa literasi adalah kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis.
Benarkah, dewasa ini kebiasaan membaca mulai luntur?
Menurut hasil penelitian The World’s Most Literate Nation yang dilakukan oleh Central Connecticut State University (2016), menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara sebagai negara dengan tingkat literasi atau minat baca rendah. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Ditambah data dari International Standard Book Number (ISBN) pada tahun yang sama, Indonesia tercatat minim soal produksi buku dengan hanya memproduksi 64 ribu buku per tahun. Berbanding jauh dengan Tiongkok yang memproduksi 440 ribu buku per tahun.
Kemudian, kita dengan entengnya bertanya, “Kenapa seakan dibiarkan saja?” alias parafrase lain dari pertanyaan, “Pemerintah kemana aja selama ini? Kemdikbud ngapain sih kerjanya?”. Padahal jika kita mau aktif mencari informasi, hal itu mudah saja karena akses yang sudah terbilang mudah. Soal gerakan mengirim buku gratis, pengembangan perpustakaan sekolah maupun daerah, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusianya. Sudah coba tengok?
Belum ingin selesai di situ, kita menambahkan bumbu lagi, “Lagian sih, ganti menteri ganti kebijakan lagi”. Tidak ingin berpanjang lebar dalam perkara ini, baris terakhir pada bait tersebut menutupnya dengan, “Akankah kita terus mengeluh dan saling menuduh?”.
Lantas, benarkah dewasa ini kebiasaan membaca mulai luntur? Jawaban menurut kami, tidak sepenuhnya iya, namun tidak sepenuhnya tidak juga. Pemerintah tidak sepenuhnya salah, kita sebagai masyarakat pun tidak sepenuhnya benar menyoal ini.
Hal penting yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini adalah mawas diri. Ya, mawas diri ini menjadi penting karena asasnya yang bukan saling tuduh, saling menyalahkan, dan saling merasa segala. Tetapi orientasinya ke evaluasi dan muhasabah, apakah sudah optimal dalam menjalankan program, apakah sudah optimal dalam mendukung kesuksesan program? Ayolah, sampai kapan ikhtiar kita akan tidak sejalan? Kecuali, kalau memang jalan di tempat adalah hal yang paling kita inginkan.
Terakhir, seperti biasa kami ingin mengajak teman-teman semua untuk ambil bagian dalam mendukung dan memajukan literasi bangsa Indonesia. Mulailah membaca, setidaknya dimulai dari hal yang kita sukai untuk kemudian beranjak membaca hal yang tidak hanya disukai lagi. Mulailah menulis, berkarya dan menjadi bagian penting dari abadinya sejarah. Mulailah bersyair dan mulailah hal itu semua dari sekarang. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?

Nah, sekian filosofi #ProsaSelasa kali ini. Kalau dari teman-teman apakah ada tambahan atau bahkan sudut pandang berbeda? Boleh banget tulis komentarnya di bawah ya!


nb: Bagi yang tertarik ingin berkolaborasi juga di #ProsaSelasa ini, boleh banget email ke prosaselasa(at)gmail(dot)com dengan subject Nama – Mau Kolaborasi. Yuk berkolaborasi! 

(Logo by: Icon Pond)

Bukanlah syair menggoda yang apik tuk dikaryakan.
Bukanlah sebatas kata yang romantis tuk jadi rayuan. Bukan.
Biarkan kata ini merembah mesra dari pikiran.
Juga palung hati yang berkedalaman.
Pada akhirnya, meresap indah pada yang mendapatkan.

Iklim di Indonesia memasuki musim hujan terhitung semenjak bulan September 2016. Cuaca menjadi sedemikian tidak menentu dalam waktu sekejap. Mulanya panas menyengat, beberapa waktu kemudian hujan mengguyur. Mungkin bukan saya saja yang merasakan, tetapi sahabat pembaca sekalian mungkin juga merasakan yang sama. Ciye perasaan yang sama (?)


2016 memang sudah sebulan berlalu, namun rasanya seperti masih ada bekas yang tertinggal. Entah itu berupa cerita, pengalaman, hingga pelajaran berharga. Ketiganya tentu berbeda, tetapi tiap-tiap mereka memiliki tempat tersendiri sehingga laik dikenang.
Mungkin tak semua orang, tetapi bagi saya pribadi, setidaknya di setiap tahun ketiga hal di atas pasti menyertai hidup kita. Terlepas dari baik atau buruknya, namun saya yakin tahun tersebut tetap memiliki sesuatu hal yang bisa dipelajari suatu hari nanti.
Saya sendiri bingung. Selama Januari kemarin, saya mencoba memikirkan, merenungkan, serta mengilas balik hal apa saja yang berhasil saya dapatkan di tahun 2016 lalu. Mencoba melihat-lihat album foto di ponsel pribadi. Alhasil, banyak sekali peristiwa yang sudah saya lewati selama setahun ke belakang.
Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tentang hal-hal apa saja yang sudah saya lewati dan saya dapatkan. Saya merangkumnya menjadi 7 peristiwa penting (Bukan, ini bukan acara on the spot kok hahaha). Apa saja? Mari simak ulasan berikut ini.
1.   Diminta Bantuan Menjadi Master of Ceremonies (MC).
Semenjak SMA, saya terinspirasi dengan beberapa motivator dan trainer untuk bisa menjadi seperti mereka. Tidak hanya pandai berkata-kata, tapi juga bisa menebar inspirasi dan kebermanfaatan. Hebat sekali, bukan?
Akhirnya, di dunia perkuliahan saya mencoba mencari jalan untuk bisa seperti mereka. Datanglah sebuah tawaran untuk menjadi MC. Tanpa berpikir panjang, saya terima. Kesempatan bagus untuk berlatih speak up di depan orang banyak. Ya, meski pada hakikatnya berbeda dengan motivator dan trainer. Saya ambil nilai positifnya, di sana sarana saya belajar.
Alhamdulillah, kiranya selama 2016 lalu saya dipercaya menjadi MC kurang lebih dalam 8 acara yang berbeda. Harapannya, ke depannya saya bisa terus belajar untuk mengembangkan kemampuan public speaking saya.

2.   Menulis dan Berkiprah di Berbagai Perlombaan.
Saya tidak tahu pasti apakah menulis passion saya atau bukan. Terlepas dari hal itu, saya merasa nyaman ketika menulis. Karena lewat menulis, hal yang tak bisa terungkapkan begitu saja, bisa dengan begitu mudahnya mengalir dalam bentuk narasi.
Begitu pun dalam hal berbicara. Jika menulis adalah mereka yang pandai menuliskan kata-kata, maka berbicara adalah mereka yang pandai berkata-kata. Keduanya, dipersatukan dalam konteks yang bernama ‘seni’.
Pada tahun 2016 pula, syukur sekali bisa mendapatkan 3 apresiasi dari 3 lomba yang berbeda. Menjadi Juara 1 Cipta Puisi FH Unpad yang bertemakan kepahlawanan, masuk 20 besar puisi terbaik yang diadakan oleh Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), dan Juara 2 Lomba Pidato se-Unpad Raya hehehe.

3.   Bertemu dengan Penulis Hebat.
Saat ini, semakin banyak penulis muda bertalenta muncul ke permukaan. Bisa dibilang, kini menulis buku tidak hanya untuk orang tua saja, namun para generasi muda pun mampu.
Pidi Baiq dan Adhitya Mulya. Dua penulis hebat dengan karakteristiknya masing-masing. Bertemu dengan Pidi Baiq atau yang kerap dipanggil Ayah, pada bulan Juni 2016 di Bedah Buku Dilan. Baru 5 bulan setelah itu dipertemukan dengan penulis Novel Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya.

4.   Berkarya di Pers Mahasiswa.
Sudah setahun lebih saya bergabung dengan Persma Genera Fakultas Pertanian Unpad. Satu hal yang saya rasakan adalah kemampuan menulis saya menjadi lebih terasah dibanding sebelumnya.
Pada November 2016, saya menjadi delegasi pers ini untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) di Universitas Sriwijaya Indralaya. Di sana saya bertemu orang-orang hebat dan calon penulis hebat. Banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari untuk kemudian dimodifikasi.
Terakhir, akhir-akhir ini saya diamanahkan sebagai Kepala Website Persma tersebut. Alasannya, karena saya punya blog pribadi jadi sudah punya gambaran sedikit mengenai website. Padahal mah, blog pribadi saja masih acak-acakan seperti ini hahaha.

5.   Mengabdi Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian.
Sama halnya dengan persma, di badan eksekutif ini saya sudah menjadi bagian mereka selama satu tahun. Sekarang, sudah memasuki kepengurusan yang baru.
Setahun kemarin, saya mendapat banyak pelajaran yang amat berharga tentang manajemen waktu, open minded, hakikat profesionalitas dan kekeluargaan, dan pengambilan keputusan. Tak hanya itu, saya pun mendapatkan prestasi dan relasi di sana.
So, buat sahabat pembaca sekalian jangan ragu untuk berkontribusi dalam suatu organisasi karena pasti ada pelajaran yang bisa dipetik dari sana.

6.   Hakikat Kuliah di Agribisnis.
Berakhirnya tahun 2016 sekaligus mengakhiri suka duka kuliah di semester 3 agribisnis. Semester ini memiliki kenangan tersendiri karena kami diajak untuk menanam langsung sayuran (pak choi, nai bai, dan mentimun), merawatnya, proses pasca panen, hingga akhirnya produk tersebut bisa dijual kepada masyarakat sekitar. Alhamdulillah, hasilnya lumayan buat tambah uang jajan bulanan anak kosan hehehe.

7.   Gen Sindo dan Peluang Lainnya.
Poin terakhir ini mungkin yang paling berkesan di antara yang lain. Saya diberi kesempatan bergabung dengan komunitas penulis muda Koran Sindo. Di mana tulisannya akan dimuat setiap hari Sabtu di Koran Sindo. Saya sendiri sudah berhasil dimuat 5 tulisan. Semoga masih punya banyak kesempatan ya hehe.
Tujuan saya sederhana, harapannya dengan menulis melalui media nasional ini bisa dibaca oleh banyak orang dan pembaca bisa memetik manfaat yang ada.
Selain itu, banyak juga yang saya dapat dengan bergabung Gen Sindo. Saya mendapatkan teman baru, ilmu baru, dan terpenting adalah membuka peluang-peluang baru untuk bisa belajar di luar kelas.
Kalau sahabat pembaca penasaran, tulisan-tulisannya bisa dibaca di google drive saya, baca di sini.

Demikian kilas balik tahun 2016 saya. Kalau di tahun lalu saya menulis tahun 2016 harus lebih baik daripada tahun 2015 (Bisa dibaca di sini). Maka saya menilai, banyak pencapaian yang saya raih di tahun 2016. Tetapi saya sadar, saya tidak boleh cepat puas dengan apa yang telah didapat.
Kalau 2015 lalu adalah tahun perjuangan, maka tahun 2016 kemarin saya artikan sebagai tahun kebermanfaatan. Di mana saya digiring untuk bisa lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi bagi orang lain. Semoga tahun 2017 ini semakin banyak memberi arti bagi hidup kita semua. Aamiin.
  
Kiri Atas-Kanan Bawah: Menjadi MC di Acara Career Development, BEM Fakultas Pertanian,
Bersama Adhitya Mulya, Delegasi Genera, Bergabung Gen Sindo, Menjadi MC di Acara Scientific Fair,
Bersama Sayuran Pra-Panen, Bersama Ayah Pidi Baiq, dan Juara 2 Pidato Indonesia.

Durasi Baca: 4-5 Menit

Menentukan penginapan ketika liburan ke Bali adalah hal yang sangat krusial. Sebaiknya jauh-jauh hari telah Anda lakukan, karena Bali selalu ramai dengan pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Disarankan Anda memesan hotel di website online travel agent terpercaya seperti Traveloka. Hal ini berguna untuk mempermudah akses mendapatkan penginapan sesuai keinginan dan kebutuhan wisata Anda.
Jika Anda merindukan penginapan yang menghadap langsung ke arah pantai dengan pemandangan eksotik, kelas eksekutif dan jaminan harga terbaik, Grand Inna Kuta bisa menjadi rekomendasi utama. Selain tempatnya yang bagus, lokasinya pun strategis dan dekat dengan objek wisata di sekitarnya.

Beberapa obyek wisata populer yang bisa Anda kunjungi antara lain:

Kuta Beach
Siapa yang tak tahu tentang pantai ini? Namanya sudah terkenal sejak dulu. Sampai-sampai banyak para seniman yang terinspirasi membuat lagu dari Pantai Kuta ini. Konon, semenjak tahun 1970, Pantai ini menjadi andalan di Pulau Bali. Terkenal dengan matahari terbenamnya menjadikan Pantai ini semakin diminati.
Sunset Beach: Wikipedia.org
Pantai Kuta ini juga menjadi pantai bersejarah karena menjadi pelabuhan dagang pada masa terdahulu. Seiring perkembangan jaman, Hugh Mahbett menulis sebuah buku yang berisi ajakan untuk menjadikan Pantai Kuta sebagai objek wisata. Dan menjelmalah Pantai Kuta seperti sekarang ini.
Bagi Anda yang suka surfing, ombak di Pantai ini cocok dijadikan untuk berselancar. Pantai yang dikenal dengan keindahannya ini akan memanjakan mata Anda dan beristirahat sejenak dari penatnya rutinitas kerja. Deburan ombak dan angin Pantai yang tenang juga menambah suasana liburan Anda semakin istimewa.
Soal makanan? Tak perlu khawatir, sepanjang Pantai berjejer menu makanan dari mulai resto hingga kaki lima. Anda akan menikmati Pantai dengan perut yang kenyang, apalagi sering kali tersedia minuman segar khas Pantai seperti kelapa muda, Travelling Goals banget kan ya?
Mengenai lokasinya, sangat strategis, terletak tidak jauh dari Grand Inna Kuta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jaraknya hanya 0.13 km saja dari Grand Inna Kuta. Hanya sepandangan mata. Menarik ya?

Kuta Art Market
Di sekitar Grand Inna Kuta terdapat Kuta Art Market. Tempat ini menjual berbagai suvenir dan kerajinan tangan khas Bali lainnya. Hal ini tentu cocok untuk dijadikan buah tangan. Disarankan jika Anda hendak menawar, berbicaralah dengan cara yang halus dan sopan. Biasanya para penjaga toko akan lebih respect pada karakter konsumen yang sopan. Dan ini merupakan trik tersendiri untuk mendapatkan harga yang lebih murah alias diskonan dengan sedikit usaha.
Kuta Art Market atau lebih dikenal dengan Pasar Seni Bali menyediakan pula barang-barang antik, kerajinan tangan bahkan produk import branded lainnya. Bagi Anda yang suka shopping, pasar ini merupakan surga tersendiri.
Lokasinya yang dekat dengan penginapan dapat membantu Anda untuk berjaga-jaga jika ada oleh-oleh atau titipan yang belum terbeli. Lokasinya hanya berjarak 0.19km dari Grand Inna Kuta.

Kuta Theater
Sebuah pertunjukan ilusi yang pertama dan satu-satunya di dunia. Kisah tentang legenda Bali yang memberi kesan menarik, unik, lucu serta sarat akan pesan moral. Sedikit clue tentang cerita ini, mengenai sebuah persahabatan tulus yang dipersembahkan oleh Ni Ulantari pada Gusti Atmaja. Isinya tentang pesan moral bahwa hanya orang yang benar-benar tulus yang akan merasakan kebahagiaan sejati.
Tarian Legong Dalam Pertunjukan Kuta Theater : loloroundtrip.blogspot.co.id
Theater ini cocok sekali bagi Anda penyuka seni, terutama seni drama. Dengan hanya membayar Rp85.000,- Anda akan terhibur oleh pertunjukan berkelas setara David Copperfield. Tempat ini adalah salah satu objek wisata yang harus Anda kunjungi. Jika tidak, siap-siap gigit jari ya! Pertunjukannya sendiri dibuka setiap hari (kecuali hari Rabu). Dan untuk waktu tepatnya adalah pukul 17.00 & 20.00.
Lokasinya sendiri terletak di lantai 2 Gedung Kuta Centre yang hanya berjarak sekitar 0.46 km dari Grand Inna Kuta. Strategis sekali bukan lokasi hotel ini? Dikelilingi oleh objek wisata menarik tentu merupakan nilai plus tersendiri. Harganya pun tak kalah menarik karena sebanding dengan kualitas dan fasilitas yang diberikan. Hanya dengan berjalan kaki berkeliling, Anda sudah bisa menemukan banyak objek wisata eksotik. So, pastinya liburan ke Bali akan sangat berkesan ketika Anda memutuskan untuk bermalam di hotel ini.

Nah, agar liburan Anda sukses menciptakan kebahagiaan, berikut ini ada sedikitnya 7 tips berlibur di Bali. Apa saja? Langsung aja, check it out!


Have fun and enjoy the joy of life! Semoga liburan Anda menyenangkan :)

Durasi Baca: 4-5 Menit

Pada dewasa ini, bisa dikatakan bahwa smartphone mengalami perkembangan luar biasa dalam kurun waktu yang relatif singkat. Hal itu disebabkan oleh persaingan para penyedia platform handphone yang berlomba-lomba melakukan inovasi untuk mengembangkan perangkatnya sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat terhadap brandnya. Misal, baru saja bulan ini membeli sebuah smartphone berbasis android jellybean, lalu dua bulan berikutnya android berbasis lollipop sudah dirilis saja. Pernah merasakan?
Sahabat pembaca sekalian merasa juga enggak, sih? Kalau sekarang ini tak jarang akan kita dapati orang-orang entah kapanpun dan dimanapun pasti menggenggam smartphonenya masing-masing. Baik itu untuk urusan pekerjaan atau hanya sekadar ber-medsos ria saja. Mau itu di rumah, kantor, tranportasi umum, pelataran jalan, bahkan sampai toilet sekalipun! Hahaha. Tetapi, bisa jadi juga nih kita sendiri termasuk ke dalam golongan orang-orang yang seperti itu.
Kalau sudah begitu jadinya tentu kita enggak mau dong smartphone kesayangan kita rusak? Enggak mau dong pekerjaan atau urusan medsos kita terhambat? Tenang, kita masih punya pilihan untuk menjaga kecantikan smartphone kita dengan melindunginya. Ya, melindunginya dengan 3 aksesoris yang akan saya ulas pada tulisan kali ini. Apa saja aksesorisnya? Yuk langsung di scroll down sedikit aja! :)

1.    Waterproof Case
Teruntuk kita yang suka berekreasi ke pantai atau ke kolam renang, atau di daerah kalian sedang musim hujan? Nah, ini dia salah satu pelindung smartphone yang tepat untuk dimiliki. Pelindung ini termasuk wajib hukumnya kalau kita ingin basah-basahan tapi tetap eksis di berbagai media sosial. So, kalau smartphone kita sudah menggunakan waterproof case ini, jadi kita bisa menggunakan smartphone tanpa takut rusak terkena air. Enak, bukan?
 
2.    Casing Handphone
Inovasi yang dilakukan oleh berbagai penyedia platform handphone memicu lahirnya bermacam-macam tipe smartphone. Mulai dari spesifikasinya yang semakin mutakhir sampai wujud nyatanya yang tersedia dalam berbagai ukuran. Jadi, ukuran satu smartphone dengan yang lainnya belum pasti sama.
Hal itu dibarengi pula dengan bermacam aksesoris dalam bentuk yang telah disesuaikan dan diperindah oleh warna-warna yang cukup eye catching. Aksesoris itu dikenal dengan case atau casing. Casing ini bisa berfungsi sebagai pelindung layar dari goresan, pelindung body handphone dari benturan, memberikan kenyaman ketika digenggam, sampai hanya sekadar agar terlihat lebih menarik dan trendi. Bahkan sekarang casing juga bisa dijadikan kaca untuk mengaca loh hahaha.
 
3.    Screen Guard
Pelindung yang ketiga ini termasuk salah satu hal yang terkadang banyak orang mengabaikannya. Screen guard atau screen protector ini mampu memberikan perlindungan yang cukup efektif terhadap layar smartphonemu dari benturan baik benda tumpul maupun tajam dan juga dari berbagai goresan.
“Di, masa layar handphoneku pecah pinggir atasnya :(” suatu ketika pesan masuk ke ponsel saya.
“Loh, kok bisa?” balas saya mencoba aware.
“Pas aku lagi tidur semalam, handphonenya aku taruh di sampingku kan ya, mungkin kesenggol atau gimana terus jatuh, pecah deh. Mana belum pakai screen protector lagi. Untung pinggirnya doang.”
“Pecahnya banyak atau sedikit mana ada yang untung hahaha” canda saya.
Nah, sahabat pembaca sekalian tentu enggak mau smartphonenya tertimpa kejadian yang sama dengan apa yang telah saya ceritakan, bukan? Oleh karena itu, screen guard termasuk penting untuk melindungi layar smartphone kita. Setidaknya, kalau pun terbentur atau tergores makan yang harus diganti adalah screen guardnya, bukan layarnya. Pilih ganti layar atau ganti screen guard, hayo?
 
Kalau kalian langsung berpikiran untuk mencari dan menggunakan screen guard, bisa langsung saja klik “Screen Guard HP MatahariMall.” Kenapa harus di MatahariMall? Coba saja lihat sendiri dan ketikkan “Screen Guard HP MatahariMall” pada kolom pencarian kalian, kalau kalian tergiur itu di luar tanggung jawab saya hehehe.

Sebenarnya masih banyak aneka pelindung smartphone kalau kita mau mencarinya. Beberapa foto aksesoris di atas boleh saya ambil langsung dari website Mataharimall. Duh, saya sendiri tergoda sekali rasanya untuk beli aksesoris pelindung di sana. Jadi, yuk cari aksesoris pelindung untuk smartphonemu!