Kaleidoskop 2015: Tahun Perjuangan

08.30 Awaldi Rahman 76 Comments

Durasi Baca: 4-5 Menit

Berbicara masa lalu, hm. Kalau remaja yang gagal move on mungkin akan bilang, “Ah yaudahlah ya, masa lalu mah gausah dibahas. Nyeri hate.” Abis ngomong gitu mojok di kamar, stalking mantan, lalu nangis kejer karena doi udah punya yang baru hehe. Kalau penyanyi dangdut terkenal, Inul Daratista, mengekspresikan masa lalu dalam sebuah lagunya, “Masa lalu, biarlah masa laluuu.” Maaf gak usah nyanyi, ini blog bukan Inul Vi*zta tempat karokean. Kalau mereka yang dulunya punya memori kelam mungkin akan bilang, “Bunuh adek, Bang. Hayati lelah dengan semua ini. Masa lalu itu aib ah.” Kalau Facebook terkenal dengan Kaleidoskop akhir tahunnya. Kalau Instagram terkenal dengan Best Momment-nya. Maka disini perkenankan saya untuk menuangkan masa lampau 2015 saya dalam sebuah tulisan. Menghadapinya. Berdiri gagah. Memeluk setiap kisah. Menempatkan kisah itu di tempat terbaik (Re: Blog ini). Check it out!
Pada awal tahun 2015, Januari. Sebagai lulusan SMA tahun 2014, saya masih harus legowo dengan menyandang status masih pengangguran. Sedih ketika harus menyaksikan teman-teman saya sudah kuliah tetapi saya belum. Sedih ketika mendengar teman-teman saya berbicara mengenai ipk mereka yang luar biasa hancurnya. Kegiatan-kegiatan mereka yang di luar nalar saya rasanya seru. Tetapi hal itu tak boleh berlarut dan membuat saya semakin tertekan. Di balik itu semua, saya masih bisa merasakan liburan bersama mereka. Ketika itu kami rekreasi berkeliling ibukota Jekardah. Kesepakatannya adalah tidak menggunakan kendaraan pribadi baik itu mobil ataupun motor. Semua wajib, kudu, mesti, dan harus naik busway. Pelopornya, Akhdan. Dia berdalih, “Liburan kali ini tuh bukan sekedar untuk jalan-jalan, buang-buang waktu, hamburin uang. Tapi, kita sekalian memperkenalkan betapa beautiful-nya Indonesia ini.” Katanya sih gitu, katanya.
Here we are!

Februari berlalu begitu cepat. Sampai akhirnya maret tiba. Bulan yang sangat saya tunggu-tunggu. Tepatnya 3 Maret, I am 18, Yeay! Ulang tahun kali ini spesial dan berbeda bagi saya. Bagaimana tidak, saya mendapatkan ucapan dan sedikit buah tangan dari fans-fans teman-teman setia saya. Semoga doa dan juga kebaikan kalian kembali lagi ke diri kalian masing-masing ya.

Finally 18, Yeay!

Masih di bulan maret yang ceria. Sebuah anugerah bagi saya dalam segala keterbatasan yang ada, bisa mengunjungi kota Haramain. Ibadah umrah tentu. Namun, saya terbang ke tanah suci itu juga dengan membawa harapan untuk bisa kuliah di salah satu Universitas terbaik disana, Universitas Islam Madinah. Ya, harapan ketika itu. Saya melaksanakan tes langsung di sana dan untuk hasilnya masih digantungin. Entahlah, mungkin gak lulus kali ya. Lewat kejadian itu akhirnya saya tau, oh ini rasanya digantungin?
Satu pekan berada di kota Mekkah, membuat saya begitu merasakan begitu adanya semangat berlomba-lomba dalam kebaikan di sana, begitu maqbul semua doa-doa yang terucap. Lima hari selanjutnya saya dan rombongan melanjutkan ibadah tersebut di kota Madinah. Hal yang begitu terasa di sini adalah semangat akan menuntut ilmu yang menggebu-gebu. Betapa beruntungnya saya bisa berkunjung ke kedua kota itu.



April dan Mei, saya lalui dengan penuh tangis haru. Setelah beberapa pekan harus dirawat di rumah sakit daerah Rawamangun. Tepat pada 6 Mei 2015, Nenek (Saya memanggilnya Ibu) menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-64. Tak ada rasa lagi selain diselimuti rasa sedih pilu. Kehilangan salah satu nenek terbaik yang pernah ada di hidup saya. Kehilangan salah satu nenek yang mengajarkan saya banyak hal. Rindu, Bu. Semoga tenang di alam sana ya, Bu.


Juni dan Juli, momen di mana saya diberi kesempatan kedua kalinya untuk bisa menyandang status ‘mahasiswa.’ Saya gunakan momen yang ada untuk nge-date  bareng. Bareng kamu buku maksudnya. Tes pada 9 Juni. Kemudian saya digantungkan lagi selama sebulan lamanya. Panitia SBMPTN, lo ga asik! Hehe. Alhasil, karena segala jerih payah saya dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk nge-date tadi, saya berhasil lolos dalam seleksi tersebut. Bukan masalah meskipun hanya diterima pada pilihan ketiga. Karena pilihan pertamanya kan kamu, iya kamu (Loh?). Gembira bukan kepalang saya saat itu, Rasa-rasanya saya diberi kesempatan untuk menata ulang mimpi lagi.
Tibalah saya di bulan Agustus. Bulan penuh dengan THR, halal bi halal, makanan enak, dompet tebal. Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Agustus ini saya bisa dipertemukan lagi dengan teman-teman seperjuangan ketika di bangku SMA. Kenangan-kenangan masa sekolah seketika hadir lewat obrolan-obrolan cantik yang tak sengaja dilontarkan. Rasanya seperti mau kembali ke masa SMA.

One big family of Senhigh5 :)

Finally, masih di bulan yang sama saya menyandang status sebagai mahasiswa baru alias ‘maba.’ Menjadi seorang anak jurusan agribisnis itu, kamu menantu idaman! Haha. Merantau dari Jakarta ke Sumedang dengan membawa banyak harapan keluarga. Harus melewati fase hidup sebagai anak kostan yang serba ala-ala, ala kadarnya saja. Indomie lagi, indomie lagi. Ah, sudah biasa hehehe.

Udah anak agribisnis banget, belum?


Dunia perkuliahan dengan beraneka macam kegiatannya menyibukkan diri saya. Membuat waktu terus berputar terasa begitu cepatnya hingga sampailah saya di penghujung tahun 2015. Setelah melewati suka-duka, lika-liku, serba-serbi di semester awal kuliah ini, saya mengakhiri aktifitas kuliah dengan sebuah kuliah lapangan yang berkunjung ke perkebunan di Pengalengan, Bandung. Ketika itu saya dan teman-teman sekelas diajak untuk menjadi seorang ‘petani berdasi’ selama setengah hari.

AgriB(ur) on vacation.


Pada akhirnya, saya sangat bersyukur dengan apa yang telah dilewati pada tahun 2015 kemarin, karena mengajarkan saya begitu banyak hal tentang memaknai sebuah kehidupan. Pertama, hidup ini harus disyukuri mau bagaimana pun kondisinya. Selama kita mampu untuk bersyukur, niscaya kita akan mendapatkan lebih dari sekedar apa yang kita inginkan melainkan mendapatkan juga apa yang kita butuhkan. Kedua, jikalau ada pepatah lama yang berbunyi "di mana ada pertemuan, di situ pasti ada perpisahan." Bisa juga dapat kita artikan bahwa "semua yang bernyawa (permulaan) pasti akan mati (perpisahan)." Jadi, persiapkan sedini mungkin bagi diri kita untuk menghadapi perpisahan tersebut. Pelajaran memaknai hidup yang terakhir, Ketiga, sejatinya hidup adalah perjuangan. Menjumpai sebuah kegagalan bukan berarti harus membuat kita berhenti mencoba, bertekuk lutut dipojokan kamar, lalu meratapi nasib malang seorang diri, lalu update galau di sosial media, bukan. Tetapi dengan mengevaluasi lalu memperbaiki kesalahan yang ada. Bukankah proses tak akan berdusta pada hasilnya? 
Bagi saya, tahun 2015 adalah tahun perjuangan. Perjuangan untuk mewujudkan mimpi-mimpi lama yang telah dibuat. Kalau meminjam kalimatnya orang bijak, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.” Maka dalam konteks ini, tahun ini (2016) harus lebih baik daripada tahun kemarin (2015). Let’s make differences guys!



76 komentar:

  1. wih hebat udah bisa umrah
    trut beduka cita mas atas kepergian neneknya :(
    asik dah sekarang jadi mahasisa eh mahasiswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah saya juga gak menyangka sekali bisa sedini ini untuk pergi kesana.
      Waaah iya saya senang sekarang sudah bisa menyandang status mahasisa, eh mahasiswa maksudnya.
      Terima kasih ya, Nik.

      Hapus
  2. 2015 rasa nano-nano.
    Innalillahi wa innailaihi raajiun.terut berduka cita ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah hidup, terlalu banyak hitam putih yang mau gak mau harus dilewati dengan gagah.
      Terima kasih ya :)

      Hapus
  3. Wihhh .. maba nihhh maba nihh .. Ulululu~~~
    Welcome to dunia kampus ba .. eh mas awaldi .. wahaha ..

    Waduy, udah poernah umroh pula ,, keren nih .. Moga2 gue bisa nyusul kapan2 ..
    dan trut berduka cita ya atas meninggalnya nenek mas .. Semoga diberikan tempat yang layak di sisi-Nya Aamin ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh jangan di ospek lagi ya. Lelah adek, Bang haha.

      Haha iya nih bersyukur banget bisa berangkat kesana. Nanti laporan lagi ya kesini kalau sudah nyusul! :D
      Aamiin. Terima kasih :)

      Hapus
  4. "Petani Berdasi"....
    Berfikir keras juga Mas...buat di visualisasikan dalam fikiran...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe masuk 2016 udah jamannya petani berdasi, Mas :D

      Hapus
  5. Wuaaahhh, sugguh banyak pengalaman yang tak terlupana. Semoga saya bisa nyusul buat umrah. :)

    BTW, sudah follow blognya. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka dari itu saya konversikan lagi ke dalam sebuah tulisan biar semakin abadi pengalamannya.
      Aamiin.
      Terima kasih ya, Mbak :)

      Hapus
  6. hahaha, keren juga. nggak apa-apa jadi maba yang tertunda.. yang penting kuliah cuy :")
    semoga ipk lo nggak luar biasa... hancurnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Bang. Syukur-syukur banget ya ini udah gak jadi anak penganguran lagi sekarang.

      Aamiin. Hahaha makasih, Bang! *langsung cek nilai*

      Hapus
  7. Semoga makin sukses lagi mas tahun ini, di tahun lalu boleh kita meninggalkan kesedihan tapi mudah-mudahan di tahun kita bisa menyusunnya jadi lebih bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Siap, Mas! Harus bisa lebih bahagia dan sukses dari tahun kemarin pastinya.

      Hapus
  8. Selamat ulang tahun yang ke-18 ya! Eeeh, nggak papa kan telat? :D

    Setuju banget sama poin ketiga. Hidup adalah perjuangan. Bener banget. Aku juga ngerasanya tahun 2015 itu tahun perjuangan. Ya, semoga di tahun 2016 ini ini semakin berkah ya. Oh iya, selamat jadi mahasiswa yaaa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha gapapa kok. Terima kasih ya!

      Aamiin. Mari lanjutkan perjuangan itu untuk tahun 2016 yang lebih berkah. Hidup mahasiswa! (loh?)

      Hapus
  9. keren keren ya pengalaman di tahun 2015..semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu
    baru 18 ternyata, kirain udah 20 an ke atas haha, #peace :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Hmmm gapapa kok, udah biasa huhu.
      Terima kasih sudah mampir!

      Hapus
  10. Waaah hebat mau jadi mahasiswa di Madinah, dan udah umroh di usia 18 tahun, alhamdulillah mas,,, saya turut berduka cita sama nenek mas semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah amiiinnn, dan sama mas saya juga ke nenek yang dari ibu suka panggil bukan nenek tapi mama (ibu) kayak ke ibu sendiri... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas, rejeki anak sholeh hehehe.
      Aamiin. Terima kasih ya, Mas.
      wah ternyata ada juga selain saya yang begitu ya.

      Hapus
  11. Mantap betul pesannya ini. Keren. Keren. Semoga di taun ini makin seru lagi ya Awal. Salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasinya :)
      Aamiin. Salam kenal juga ya.

      Hapus
  12. Semoga bisa lanjut kuliah di Universitas Islam Madinah, btw, itu universitas apa ya? #lah Turut berduka cita juga buat neneknya ya:")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu Universitas yang ada di Madinah (?)
      Terima kasih ya.

      Hapus
  13. Enaknya udh umrah. Kapan naik hajinya?hihi
    Turut berduka cita ya bang atas kepergian nenek tersayangnya:')
    Enak ya udh jadi mahasiswa. Semoga sukses terus:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hajinya nanti menyusul kalau sudah mampu haha.
      Ada enak dan gak enaknya kok jadi mahasiswa btw
      Terima kasih ya :)

      Hapus
  14. 2015 banyak banget pengalamannya, dari yang senang, sedih gitu.

    Salam kenal ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rame rasanya itu makin asik sob, Haha.
      Salam kenal juga ya :)

      Hapus
  15. Masih mudah udah umroh ada. "Enak ya, kalo dapet rezeki banyak." Semoga gue bisa menyusul Umroh bahkan Haji. amin...

    Ciyeee judulnya sama kek di blog Pangeran. Tapi, kisahnya lebih keren di sini. Perjalanan dari yg seneng sampe sedih juga.

    Selamat datang di dunia mahasiswa. "Salam receh." :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rezeki anak sholeh haha. Aamiin. Kalau udah berangkat buat ceritanya juga ya, Pangeran.

      Kesamaan dalam judul merupakan kebetulan belaka hehe. Ah, pangeran tuh bisa aja ya :)

      Hormat sama sesepuh *hormat*
      Maunya salam tempel aja ah, Pangeran :D

      Hapus
  16. subhanallah pengalamannyaa.. ada suka ada duka *jangan dibawa nyanyi :D*
    semoga setelah umroh menjadi lebih baik yaa Bang, dan dilancarkan segala urusan, serta tercapai segala impian :))

    dan buat almarhumah neneknya, semoga ditempatkan disurganya Allah swt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut dangdutan juga dia hahaha.
      Aamiin. Big thank you for ya! :)

      Hapus
  17. tahun 2015 yang banyak kenangan, perjuangan dan kesabaran yah.. wuiih udah umrah moga aku bisa cepet nyusl umrah ^_^.

    setuju sama ketiga poinya. selamat ualng tahun yang ke 18 yah telat gak papa.. selamat juga udah jadi mahasiswa.. sukses kedepanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak terlupakan pokoknya tahun 2015 tuh. Aamiin. Rajin menabung ya bang hehe.

      Terima kasih ya :)

      Hapus
  18. Keren pengalamannya, calon orang sukses dunia akhirat ,amiin :D main jg ke blog aku ya biar makin keren nazmilaura.blogspot.com :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih ya.
      Sudah berkunjung balik kok. Udah keren, belum? Haha

      Hapus
  19. Wih.. wih.. wih. Beragam ya cerita selama setahun. Mulai dari seneng, suka, duka, sedih, haru, semua campur aduk.

    Sekarang jadi anak Sumedang dong? Bagus deh, ngurangin warga Jakarta eheheh *peace*

    Salam kenal, ya, yang tempo hari main ke blog gue! Heeehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gado-gado di tahun 2015.
      Lumayan lah ya mengurangi angka kemacetan :p
      Salam kenal juga sob!

      Hapus
  20. kayaknya sohibku ada yang dosen fakultas pertanian unpad deh..hahhaah dosen kamu jangan-jangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, siapa tuh mbak? Siapa tau saya bisa jadi terkenal di kalangan dosen (?) hehe

      Hapus
  21. *salfok ke foto-fotonya*
    Meni seger euy kayak abis cuci muka pake wudhu :'

    BalasHapus
  22. Yup, Indonesia is beautiful, begitu pula Jakarta. Meskipun carut-marut, tetep aja Jakarta itu ibukota yang nyimpen segudang lanskap menarik. Itu konsep liburan pake busway keliling Jakarta keren juga hehe, pasti banyak banget cerita serunya tuh.

    Turut berduka cita atas meninggalnya Nenek Mas. Semua yang dipanggil kembali sama Allah pasti punya hikmah tersendiri. Wah hebat udah bisa umrah. Semoga dapet banyak pengalaman berharga dari sana.

    Tiga poin memaknai hidup di atas bener banget. "Hidup ini harus disyukuri mau bagaimana pun kondisinya" --> sip, kalo kita ngga bersyukur, bawaannya dongkol mulu, ngga baik buat hati hehe. So, take a deep breath dan hadapi dunia dengan penuh senyum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Masih banyak sudut kota Jakarta yang masih bisa di explore lagi ya, Mas.
      Itu salah satu inisiasi menghindari dan menambah kemacetan ibukota sih mas hehehe.

      Terima kasih ya, Mas.
      Banyak banget pelajaran berharga yang didapat di sana, Mas. Semoga lain kesempatan bisa saya bagikan pengalamannya di blog ini.

      Nah, satu lengkungan pada garis bibir jatuhnya sedekah ya, Mas. Elok untuk dipandang pula :)

      Hapus
  23. Loh, baru 18? Ternyata tuaan gue. Buahaha.
    Asyek maen ke Kotu. Anak Jakarta banget dong nih. Eh, emang di Sumedang ada kampus, ya? Kampus apaan? Gue nggak pernah tahu. Hahaha. Nggak gahul amat nih gue.

    Btw, turut berduka cita ya atas meninggalnya neneknya. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, bukan 21 kok, bukan.
      Aduh ada, Bang. Universitas Padjadjaran.
      Terima kasih ya :))

      Hapus
  24. Yap, karena hasil tidak ada pernah membohongi proses :)

    BalasHapus
  25. Keren umur baru 18 tahun tapi udah bisa umroh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya rejeki anak sholeh hehe :)

      Hapus
  26. Bulan maretnya mengagumkan, gue juga pengen da kesana :"
    kampus pidibaiq tuh haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepet menyusul ya bisa kesana!
      Iya, kampus Ayah Pidi Baiq haha.

      Hapus
    2. beun ini harus di aminin nih,AMIN!

      Hapus
  27. wih perjalanan yang cukup panjang yah,,,, sepertinya hanya saya saja yang monoton ... namun saya tetap mensyukurinya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha jangan begitu, Mas. Masih banyak sendu pilu yang tak dipublish kok itu.
      Tapi yang terpenting adalah bersyukur :)

      Hapus
  28. as a blogger..expert banget lah yaa :))) well done, aw!

    BalasHapus
  29. Ngedate bareng bukujuga keren kok hehe

    Wah 2015 lengkap banget ya moment dari yang senang sampai sedih
    semoga 2016 akan menjadi tahun yang penuh berkah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu keren mbak kalo ngedate sama buku mah hehe.

      Aamiin. Terima kasih ya, Mbak.

      Hapus
  30. Subhanallah *★,°*:.☆\( ̄▽ ̄)/$:*.°★* udah sempet ibadah umrooh

    Sekarangkan udah jadi maba, yang rajin yah kuliahnya hheheh

    BalasHapus
  31. Waduh, nano-nano banget yak.
    Btw ultah lo sama kayak tanggal ultah nyokap gue.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya nih, campur sari pisan 2015 teh.
      Ewh, boleh tuh dirayakan bareng (?) Hahaha.

      Hapus
  32. Yeaaa..muda banget yaaa masih umur belasan tahun :3 sudah mengunjungi tanah suci :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mbak :) *Benerin sarung*

      Hapus
  33. 2015 kamu seru banget, Mas. Bisa jalan-jalan, umrah, lolos tes dan jadi maba.
    Turut berduka atas meninggalnya nenek kamu ya mas.

    Widih ini ulangtahunnya bentar lagi nih. Maret. Hohoo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga tahun ini bisa lebih seru lagi.
      Terima kasih ya, Mbak.
      Wah iya nih, udah mau ulang tahun lagi aja ya hehe.

      Hapus
  34. Waah udah umrah, dan udah kuliah yah akhirnya

    Enak yah!
    aku juga nulis hal semacam ini di blogku. btw salam kenal awaldi

    Tukeran blogroll yuk ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Kak.
      Salam kenal juga kak. Btw sudah ku email ya kak terkait blogroll.

      Hapus
  35. Yaaayy, ntar lagi ultah doong? Klo Umroh lagi, mau juga doong didoain biar bs Umroh juga :)

    Moga 2016 nya ini lebih berbeda yaahh, semangaaat kuliah ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih kak bentar lagi hehe.
      Aamiin semoga ada rezekinya ya kak.
      Terima kasih, Kak :)

      Hapus
  36. wah bisa ke tanah suci ya, subahanallah bro!
    anyway turut berduka atas meninggalnya nenek tercinta ya, semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah, amin!

    wah saya saya juga bikin kaleidoskop sama yah, seru juga untuk rekap dan review yang setahun kemarin.
    anywa terima kasih sudha berkunjung ke ardikapercha.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mas.
      Terima kasih ya.

      Boleh mas diulas setahun kemarinnya. Siapa tau bisa menjadi inspirasi buat yang lainnya hehe.
      Sama-sama.

      Hapus
  37. Taun lalu juga aku umroh. Alhamdulillah di umur kita yang masih muda belia kiyut gini bisa berangkat kesana dan rasanya bahagiaaaaa yaaa Di!

    Aku punya temen juga di pertanian unpad. Angkatan tua sih 2010 hahaha. Tapi lupa jurusan nya, cuma tau anak pertanian aja. Oke itu gak penting sih cuma mau cerita aja wkwk maapin :)))

    BalasHapus