#ProsaSelasa: Tentang Waktu

13.44 Awaldi Rahman 48 Comments

 

Durasi Baca: 3-4 Menit
"Tentang Waktu"

Mereka bilang,
Dua yang sering sia-sia
Kesehatan dan waktu luang
Dengan tidak atau sengaja terlupa
Kedua nikmat itu datang lalu pergi menghilang
Barulah setelahnya sesal terasa
Penuh tanya apa mungkin semua bisa terulang
Berputar mundur meski sekejap saja
Namun relatifnya hanya mampu menjadikan semua rapi terkenang
Dalam memoar sahaja di ingatan manusia
Tetapi aku bilang,
Untuk diriku dan pula semua kita
Dekaplah ia, waktu yang tajam hunusnya bak sebuah pedang
Gunakanlah ia dengan arif dan bijaksana
Bukankah memang seharusnya begitu, wahai pejuang?

HIA - MAR
Ahad, 17 Januari 2016
Sudan – Sumedang

-0-0-0-

Baca #ProsaSelasa pekan lalu: Semoga Tidak Lagi Terjadi
Filosofi #ProsaSelasa: Tentang Waktu:
Halo pembaca setia #ProsaSelasa! Selamat hari selasa ya. Seperti biasa, setiap pekannya #ProsaSelasa selalu hadir dengan tajuk barunya. Menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk dinikmati. Ohiya, apa kabar kalian di hari selasa yang cukup cerah ini? Semoga selalu berada dalam kondisi baik ya. Lagi apa sekarang? Pasti sedang berada di sela-sela senggangnya aktifitas, bukan? Nah, berbicara mengenai kondisi beserta waktu tentu sangat berkaitan dengan prosa kali ini, guys. Langsung aja yuk disimak!
Prosa kali ini inspirasinya datang dari sebuah hadits. Ketika itu, Rasulullah saw sedang memberi petuah kepada para sahabat-sahabat agar mereka lebih berhati-hati terhadap dua hal, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang. Oleh karena itu, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).
Sadar atau tidak, kerap kali kita membiarkan kedua nikmat itu datang lalu pergi menghilang lagi begitu saja. Barulah setelah nikmat itu pergi, rasa sesal datang membayang-bayangi. Mengapa dulu tak seperti ini. Mengapa dulu tak begitu. Namun sayang beribu sayang, sang waktu tentu saja tak bisa diputar mundur kembali, meskipun hanya sekejap. Terus berputar maju sebagaimana kodratnya.
Begitulah relatifnya sang waktu. Mungkin ada yang sedang tak sabaran menanti lalu bilang, “Duh ayo dong cepat datang pekan besok” dan ada juga yang bilang, “aduhai cepat sekali waktu berlalu, rasanya baru kemarin tahun baru.” Atas dasar relatifnya waktu yang telah berlalu itulah yang menjadikan semua yang sudah terjadi itu rapi terkenang dalam ingatan kita. Lagipula, bukankah ada sebuah syair arab yang berbunyi, “Waktu itu lebih berharga daripada emas.” Ada juga pepatah arab yang berbunyi, “Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tak memotongnya maka dia yang akan memotongmu.” Siapa lagi yang punya kendali atas pemanfaatan waktu yang kita punya selain diri sendiri. Ah, tentunya ini juga reminder buat penulis secara pribadi.



P.s:
Manfaatkan waktu senggang dengan sebaik-baiknya, Yuk!
Jaga kesehatan juga ya supaya bisa baca #ProsaSelasa pekan depan hehehe.

Source Image: Pinterest

48 komentar:

  1. Heuheu iya nih bener. :')
    Kadang kalo lagi seneng-seneng nya gitu gua justru takut, ini cobaan macam apa lagi. Takutnya ditengah-tengah kebahagiaan itu gua lupa sesuatu yang biasanya gua lakukan tiap kali sedang sengsara. asek.

    Waktu adalah hal yang luar biasa si, gabisa diulang, cuma bisa dikenang.
    Dateng cuma sekali, makannya sayang banget kalo ada waktu yang kebuang sia-sia, di konter gak ada isi ulangnya. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh kamu bilang waktu kalau dikonter pulsa gak ada isi ulangnya. Aku jadi teringat sebuah film, judulnya In Time, di mana waktu hidup seseorang itu sudah ditentukan berapa lamanya dan bisa dilihat dari tangannya. Berdampak mereka harus saling bunuh membunuh untuk memperpanjang hidupnya. Eits, tapi di sini bukannya aku mengajak untuk membunuh orang kok, bukan. Terlebih, untuk reminder sama diri sendiri juga kalau waktu itu ya salah satu yang diidamkan oleh banyak orang. Apalagi waktu luang ya.

      Hapus
  2. jadi keinget petuah salah satu guruku, jangan lengah oleh waktu, dalam sekejap saja ia bisa meninggalkanmu. jadi manfaat waktu se-efektif mungkin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk waktunya dimanfaatkan sebaik mungkin :)

      Hapus
  3. Ini tumben prosanya rada singkat. Tapi tetap keren. Apalagi pas tau terinspirasi dari hadist :))

    Iya bener. Siapa lagi yang bisa ngendaliin waktu kalau bukan diri kita sendiri. Buang-buang waktu lebih nggak berguna daripada buang-buang uang. Uang masih bisa dicari (walaupun susah), lah kalau waktu? Huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe terlepas dari panjang atau singkatnya. Ini masih dalam konteks prosa kok cha. Niatnya sih mau genre kontemporer gitu. Cuma kurang tau juga ya ini bisa dikategorikan kontemporer atau enggak.

      Jadi, mending buang buang waktu atau buang buang uang cha? Mending buang mantan deh kayaknya ya (loh?) wkwkwk.

      Hapus
  4. Waktu adalah uang, eeeh bukan yaa..
    suka sama prosaselasanya ^^ ditunggu selasa depan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itu pepatah barat kak. Bener juga kok :))
      Yap, #ProsaSelasa pekan depan masih dalam proses nih kak.

      Hapus
  5. ada dari hadist juga.
    keren prosanya diw. waktu kesehatan emang kadang di biarkan berlalu begitu aja.
    bener, diri sendirilah yang mengendalikan waktu. manfatkanlah waktu dan kesehatan ya diw?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, kali ini lagi terinspirasi dari hadits nih, Mas.
      Yap, waktu luang dan kesehatan. Itu kedua hal yang harus diperhatikan juga oleh kita. Tentu sekaligus digunakan sebaiknya dan dimanfaatkan.

      Hapus
  6. pada kenyataannya, semua tak akan bisa terulan dan hanya akan menjadi sebuah bagian yang rapih terkenang. selama ada nikmat sehat dan waktu senggang yang dapat dimaksimalkan, maka bahagialah kita men..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbahagialah mereka yang memiliki nikmat sehat dan waktu senggang tuk bisa dimaksimalkan. This!

      Hapus
  7. waktu satu detik yang sudah berlalu jaraknya lebih jauh dari bumi ke bulan :D
    betul semua dikendalikan oleh waktu, tapi kita harus mmenafaatkan waktu itu sebaik-baiknya

    BalasHapus
  8. Bener bener bener..
    Terima kasih sudah mengingatkan diri yang lalai ini. *apasih
    Aduh, waktu senggang gue banyak dipake buat leha-leha euy. Sedih. Gimana masa depan nanti yak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Bang. Sudah sepatutnya bagi kita untuk saling mengingatkan, bukan? #edisibijak
      Sama nih, Bang. *Lalu ke pojok kamar dan introspeksi diri*

      Hapus
  9. waduy bikin prosa dari hadist .. makin canggih aja kau bang diw ..
    Bahkan dalam surat al ashr aja, Tuhan udah berfirman bahwa orang yang merugi adalah yang menyia2kan waktu/umur tanpa beramal sholeh dan melakukan tindakan ibadah lainnya ..

    Hmmm walaupun gue masih dalam tahap orang yang lalai kalo masalah umur, sering banget nyia2in waktu, contoh kecilnya adalah menunda-nunda mengerjakan skripsi .. :'( -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, surat al ashr sebagai salah satu komplemen referensi juga, Bang! Hahaha.

      Saya juga terbilang masih suka begitu kok, Bang.
      Duh, ayo bang kelarin skripsinya. Share di Blog! :D

      Hapus
  10. waktu memang tidak bisa di kendalikan ,jadi jangan membuang buang waktu

    BalasHapus
  11. Hmmm bener banget nih. Dua faktor kunci tuh. Hehehe. \:p/

    BalasHapus
  12. wah mantep ambil dari hadits, iya sih, kalau kita yang ga memotong atau mengejar waktu, sebaliknya bakal kita nanti yang dimakan waktu.
    kalau versi gue, waktu paling tentang rindu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah kodrat sang waktu, Bang.
      Duh, galau banget ya anaknya. Gapapa bang, galau yang produktif tapi ya! Hahaha.

      Hapus
  13. AAAaaa keren prosanya. Aku suka.
    Bener banget, dua yang sering disia-siakan. Waktu luang dan kesehatan.
    Setuju mas, waktu itu relatif. Kadang kita ngerasain terlalu cepet. Kadang jg terasa lambat.

    Suka sama kalimat, ''menjadikan semua yang sudah terjadi itu rapi terkenang dalam ingatan kita.''

    Ngena. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitu sih terkadang kita merasakannya. Biasanya hal itu terjadi ketika lagi asik sama sesuatu dan lagi menunggu suatu hal ya.
      Terima kasih, Wulan :)

      Hapus
  14. waktu emang ga akan kembali, jadi kudu dimanfaatkan ya setiap detiknya dengan sesuau yang bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. *Sesuatu . Ciee typo mbaknya ciee.. :p
      Cuma memperbaiki :v hihi #Kabooorrr

      Hapus
    2. Wajib kudu mesti, Mbak Nit hahaha.

      Terima kasih mas Rizky udah mau memperbaiki ke-typo-an Mbak Nit :D

      Hapus
  15. Maaf mas, aku gabisa jatuh cinta sama kamu. :'( Maafin aku. aku jatuh cintanya sama Prosa ente gan :D Keren. :) Terlebih prosanya dari hadits, Awesome. :)

    WAKTU. Mempunyai dampak yang sangat besar baik dari segi positif maupun negatifnya. Tapi banyak dari kita yang selalu mengabaikan waktu, padahal gak bisa diulang. #Miris

    Kunjungan pertama udah terkesima sama tulisan ente gan, ntar ane jadi pelanggan ah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih normal kok, Bang :D

      Lebih banyak lagi tentunya kalau dibahas dari segi dampak positif maupun negatifnya sih. Yang jelas, karena gak bisa diulang itu jadi kita punya tuntutan untuk lebih memanfaatkan lagi waktu yang kita punya.

      Asik, ada pelanggan nih. Terima kasih ya!

      Hapus
  16. brmanfaat sekali mas, trimakasih sudah diingatkan. kesehatan dan waktu luang mmg sering terabaikan. jika telah lewat maka baru disesali....
    ingatlah sehat sebelum sakit.
    ingatlah lapang sebelum sempit.

    BalasHapus
  17. Naahh ini yang lagi gue alamin. Gue sering begadang. Dan begadang malah bikin waktu luang gue di pagi sampe siang hari terbuang percuma karena tidur melulu. :(

    Selain itu juga bisa sakit. Ah, semoga gue cepat bisa normal lagi tidurnya. :)

    Keren, Man!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama bang, sama :(
      Semoga begadangnya produktif aja sih ya, Bang Yog.

      Aamiin. Terima kasih loh, Bang! :)

      Hapus
  18. Waktu itu tak akan pernah kembali lagi. Tergantung, mau dikejar atau mengejar sang waktu. Semua pilihan ada di tangan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejatinya waktu memang seperti itu ya, Mbak :)

      Hapus
  19. Simply beautiful. Prosanya keren :D

    "Waktu yang tajam hunusnya bak sebuah pedang" --> kadang emang ngga ada yang nyangka kekuatan sebuah waktu bisa sedemikian dahsyatnya. Kita kerap terlena, sampe ujung-ujungnya nyesel, dan ngga ada kompromi lagi atas waktu kita yang udah kebuang percuma.

    Saya sendiri pernah ngerasain pengen membalik waktu ke masa lalu, dan juga pengen mempercepat waktu ke masa depan. Aneh bin ajaib, dan ngga akan pernah terjadi juga sih haha. The most important thing is: gunakan waktu sekarang dengan sebaik mungkin, mulai detik ini juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu tidak ada dispensasi atas waktu yang telah terbuang dengan percuma, Mas. Oleh karena itu harus me-manage sebai-baiknya biar tidak terhunus tajamnya.
      I agree about that, for sure.

      Terima kasih, Mas Bayu!

      Hapus
  20. untuk mengatasi waktu yang terbuang dan ingin kembali ke masa lalu yang dimana waktu itu kita sia-siakan, kayakanya pinjam pintu kemana saja punyanya Doraemon deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh abang penggemar kartun doraemon nih ya pasti haha.

      Hapus
  21. wihhhh... diriku termasuk orang yang sangat menghargai proses dan selalu berusaha menikmati setiap waktu yang dilewati karena sadar waktu tak bisa diulang lagi

    BalasHapus
  22. Nah karena waktu tak bisa diputar ulang maka dari itu akhir-akhir ini aku memanfaatkan waktu lebih baik dari sebelumnya. Takut besok udah gak ada waktu lagi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk manfaatkan waktu sebaik mungkin! :)

      Hapus